Weekend Menyenangkan.

To me, ideas are worth nothing unless executed. They are just a multiplier. Execution is worth millions. – Steve Jobs

Hari ini saya bersyukur karena masih diberikan kesempatan untuk beraktifitas dan kesehatan dalam beraktifitas. Ada yang bilang kedewasaan itu dilihat dari seseorang yang bisa membedakan kebutuhan dan keinginan tentang dirinya. Namun itu semua hanya sebuah definisi yang hari ini saya masih belum menangkap maksud dari dewasa yang sebenarnya. Hingga saat ini saya pun masih sering dianggap seorang anak sekolah dasar yang berbicara panjang lebar ketika berada di rumah oleh kedua orang tua saya. Ada hal yang berbeda akhir minggu ini. Banyak hal yang saya dapat : tentang kedewasaan, tentang sebuah eksekusi, tentang kesenangan akan kesibukkan, dan tentang positif terhadap kegagalan.

Pada suatu jumat malam, saya sadari bahwa uang dalam rekening saya tinggal sedikit. Persetan bagi saya, intinya saya punya komitmen semoga besok saya bisa makan gratis seharian!

Sabtu pagi sesuai dengan rencana saya mendapat kesempatan untuk mengisi materi Wawasan Pers di HIMASTHAPATI (Arsitektur ITS). Sempat khawatir akan terlambat karena baru pulang dari warung kopi pukul 2 pagi, namun akhirnya bisa datang tepat pukul 08.00 pagi sesuai jadwal. Saya baru tahu ternyata pelatihan jurnalistik kali ini merupakan gabungan antara himpunan arsitektur ITS dengan himpunan planologi ITS, yaah akibat gak terlalu detail baca TOR nih hehe. berikut cuplikan dokumentasi ketika saya mengisi disana.

Kurang lebih sekitar 1,5 jam saya mengisi materi, ada hal aneh di akhir materi. Tiba – tiba handphone berdering atas nama Prof Renanto pembimbing tugas akhir saya. Untuk pertama kalinya saya tidak mengangkat telpon Bapak karena sedang ditengah mengisi acara. Astaghfirullah, untung saya langsung follow up.

Beranjak dari Arsitektur, saya langsung memiliki kegiatan bersih – berish laboratory penelitian di jurusan. Sebelum itu masalah makan pagi teratasi dengan roti hasil menjadi pembicara. lumayan doa terkabul. Sesampai di Lab saya sedikit terlambat datang, dan menyelesaikan job bersih – bersih saya. Ada sebuah pesan WA yang menyuruh anggota Lab untuk hadir pada Seminar Kemandirian Energi IKA ITS di Graha. Karena saya disana yang paling rapi pakaiannya akhirnya saya yang didelegasikan untuk datang. Selain saya juga memang sudah berencana kesana. Ohya, ternyata bersih – bersih Lab dapat jatah makan gratis lho! lumayan buat makan siang.

Meskipun akhirnya saya tak ikut makan siang karena saya harus buru – buru hadir dalam seminar. Setibanya di Graha seperti biasa saya berkumpul dengan teman cangkruk yang juga hadir saat itu. Seminar yang pada saat itu dihadiri oleh Bapak Wamen Archandra Tahar yang merupakan Mantan Mentri 20 hari haha. Ternyata memang benar, tak seperti sosok yang didengungkan, apa yang dibahas oleh beliau tak begitu menjawab permasalahan energi karena hanya membahas permasalahan bidang oil and gas yang memang merupakan profesinya. Jangan terlalu percaya omong media deh ya, lain kali lihat gagasan apa yang dia bawa 🙂

Selain Bapak Wamen ESDM, kegiatan tersebut juga banyak dihadiri oleh para profesional di bidang energi seperti bapak Dwi Soetjipto (Dirut Pertamina), Saya Widya (Komisi 7 Bidang Energi), dan beberapa Alumni ITS yang kebanyakan dari jurusan saya Teknik Kimia yang menjadi narasumber dan juga moderator. Ternyata alumni saya ini mafioso mafioso energi juga ya 😦

1477724409251Lumayan ternyata di acara IKA ini saya mendapatkan makan siang gratis. Jadi Nasi di Lab saya buat makan sore deh hahaha. Setelah itu saya bergegas untuk balik ke warung karena ada hal yang perlu dipersiapkan jelang penataan ulang warung yang akan dijadikan perpustakaan baca (alias dihidupkan kembali fisiknya). Kegiatan bersih – bersih buku berlangsung cukup lama dari siang hari hingga malam hari dan mempersiapkan bahan untuk besok membuat lemari baru untuk buku yang ada. Malam harinya saya sengaja pulang agak larut. Setelah mendatangi Launching Pemandu TM 2017, saya pergi ke warung untuk melihat pertandingan bola liga inggris team favorit saya Liverpool. Tak mengecewakan skor 2-4 jadi skor akhir dimenangkan oleh Liverpool. Karena besok sudah harus bangun pagi, lalu saya harus lekas istirahat.

Sedikit tidak menyangka komitmen untuk makan gratis hari ini diijabahi oleh Allah SWT, lumayan makan gratis full 1 hari !

Hari berganti Minggu, sedikit kesiangan karena saya pulang lambat. Sebelum berangkat ke warung saya teringat untuk berjanji datang ke Mapasi SMA Negeri 1 Gresik melihat adik saya yang lagi MC tapi gak bisa bayangkan capeknya setelah beres2 warung? ah yasudahlah kerjakan aja!

Kegiatan bersih – bersih berlangsung cukup lama, dari pagi hingga sore. Prediksi siang sudah selesai ternyata wacana karena beban yang berat untuk membuat lemari dari 0 dengan basic anak kuliahan yang tak terlalu paham teknis akhirnya kami dapat merenovasi warung dengan semaksimal usaha yang bisa kami berikan. Alhasil seperti inilah jadinya..

Hari sudah menjelang sore, tenaga terkuras habis. Tangan lecet karena kena geraji ketika membuat lemari, tapi karena ada hajat yang spesial demi seorang adik tercinta saya harus pulang sore itu. Pukul 15.05 sore setelah dari warung saya bergegas menuju Gresik untuk megikuti acara Mapasi. Sampai pukul 16.30 di Gresik saya beristirahat sebentar untuk menyiapkan malamnya mendampingi dan menyaksikan adik bertugas sebagai MC di Mapasi SMANSA Gala 52. Yaah not bad lah, mungkin ini memang bidangnya dia 🙂

Sempat bingung karena disuruh nonton VIP ternyata tiket habis, alih2 menelpon panitia yang saya kenal karena teman sendiri, dan tidak dapat. Terpaksa saya beli tribun pasrah nanti dapat gambar atau tidak. Alhamdulillah didetik terakhir dapat pertolongan dari teman saya bisa masuk VIP gratis pakai ID Card haha. Ternyata ada pelajaran yang berharga yang coba orang tua saya kasih untuk membiarkan saya melakukan dengan caranya yang dia punya. Ya akhirnya bisa toh kalau mau eksekusi dulu?

Lelah sekali rasanya seharian belum istirahat, pulang pun saya langsung tepar. Namun karena besok senin harus kuliah jam 7 pagi akhirnya mau tidak mau harus bangun lebih awal. Ternyata Allah masih kasih rezeki bagi saya secara finansial padahal ini sudah hari kedua, jadi intinya kita berusaha dulu ya jangan hanya mikir aja?

Namun dibalik kesenangan kegiatan yang padat tersebut, saya mendapatkan kegagalan yang luar biasa yakni dalam hal lomba saya gagal meneruskan PKM dan Startup saya karena kendala Team yang tak bisa dipaksakan. Ah yasudahlah mau gimana lagi?

Ada beberapa pelajaran yang bisa saya ambil dari Weekend Menyenangkan ini :

  1. Meskipun gagal dalam Event kali ini saya mencoba Positif Thinking terhadap kinerja saya maupun team ini. Bahwa catatan evaluasi ini membuat saya terus banyak belajar dalam memanajemen team untuk menyalurkan hasrat saya dalam hal apapun. Hasratmu terhadap hal tersebut tak berhenti meskipun pada event kali ini saya gagal (hasrat berbisnis dan melakukan riset keilmiahan).
  2. Membedakan konteks bisnis dan sosial, bahwa memang perkara bisnis adalah perkara keuntungan dan uang. Dan hari ini yang saya lakukan adalah sosial yang bergerak tentang kesadaran seseorang karena kesamaan kegelisahan atau tujuan(atau visi).
  3. Sedimentasi dalam perkara berfikir akibat seseorang tersebut tak berani merealisasikan apa yang dia pikirkan ( berani mencoba dan mengeksekusi ). Karena lewat eksekusi kita mendapat pengalaman yang berbeda dengan orang lain.
  4. Jangan terlalu cepat menilai dirimu hari ini, cobalah usaha dilain kesempatan dengan usaha yang lebih maksimal.
  5. Kita yang sebenarnya tak mampu mengagendakan waktu bukan waktu yang tak ada. Maka dari itu buatlah jadwal dan perencanaan yang detail(rinci).
  6. Big idea without execution is nothing. Hari ini saya belajar banyak selama 2 minggu ini bahwa sesuatu akan sangat menyenangkan ketika bisa mengeksekusi setiap hal yang ada dalam pikiran meskipun ada kegagalan.

Hari ini akhirnya aku sadar kenapa aku tidak dianggap dewasa dalam keluarga dan kapan aku dianggap dewasa?

Selama ini saya dianggap tidak dewasa karena saya kebanyakan membicarakan hal yang ada dalam pikiran , sebuah ide dan rencana yang masih tak nyata sedangkan realisasi (eksekusi) terhadap hal itu tak banyak.

Jadi solusinya adalah : banyak mendengar dari pada berbicara hal yang tidak perlu dan merencanakan sesuatu itu baik tapi mengeksekusi ide itu jauh lebih baik dari pada perencanaan yang terlampau sempurna.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s