Pulang

Secercah asa, kala hari itu kau nyatakan padaku ingin pulang. Seorang anak mengejar mimpi. Sedang aku tak mampu berlari. Sunyi, sepi, rumit. Begitu pula aku dan dirimu. Masih berkutat dengan rutintas tanpa sadar Senja cepat berlalu, malam yang mencekam. Aku yang terjaga disepertiga malam. Sinar rembulan mulai hilang dari lorong sempit sebelah rumahmu. Engkau yg biasa menatap dibalik … Continue reading Pulang

Sesal

Matahari tak lagi merah, sinarnya tak lagi cerah. Pagi ini ada yang berbeda, senyumnya tak lagi sama. Ada yang hilang dari sorot matamu, ada yang aneh dari nada bicaramu. Kau diam, sepertinya ada yang kau sembunyikan. Ada harapan yang hilang, bukan sekedar mimpi yang telah dibangun bersama. Kau ingkar, dari janji yang ditunjukkan lewat kesetiaan. … Continue reading Sesal

Sendu

Oase tak lagi mencerminkan kehidupan. Pertempuran berdarah tak lagi bisa dihindarkan. Kesejukkan berubah menjadi kewaspadaan. Air jernih itu tak lagi jernih, hatinya pun tak lagi bersih. Aku gelisah, “willingness’ dalam diri ini terlalu tinggi. Meracuni segala pikiran, mempengaruhi tutur kata dan tindakan. Bisikan sana – sini terdengar lirih. Aku jemu dengan semua kemunafikan, maafkan khilafku … Continue reading Sendu